Garis Waktu Geek

Dunia Sihir

💡 Klik logo untuk melihat detail film atau serial

Era Fantastic Beasts

  • Fantastic Beasts and Where to Find Them (2016) — Ahli magizoologi asal Inggris, Newt Scamander, mendarat di New York membawa koper ajaib penuh makhluk fantastis — dan tentu saja, beberapa di antaranya kabur! Di antara seorang No-Maj yang putus asa dan Kementerian Sihir setempat yang paranoid, petualangan ini memadukan kelucuan, komedi, dan tanda-tanda gelap pertama dari Grindelwald.
  • Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald (2018) — Grindelwald melarikan diri dari tahanan Amerika dan kabur ke Eropa, merencanakan perekrutan pengikut demi tujuan supremasi penyihirnya. Newt dipanggil oleh Dumbledore untuk mencoba menghentikannya, sementara rahasia keluarga, identitas yang tertukar, dan asmara terlarang menumpuk di Paris.
  • Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore (2022) — Dumbledore akhirnya mengambil sikap melawan cinta lamanya yang kini menjadi musuh, Grindelwald, mengumpulkan tim yang tak terduga — termasuk Newt dan teman-temannya — untuk mencegah sang penjahat merebut kekuasaan sihir dunia. Film ini menutup trilogi dengan nada yang lebih politis dan gelap, menggemakan kengerian Perang Dunia Kedua.

Era Hogwarts

  • Harry Potter dan Batu Bertuah (2001) — Seorang anak laki-laki yatim piatu menemukan, di hari ulang tahunnya yang ke-11, bahwa ia sebenarnya seorang penyihir — dan dibawa ke sekolah sihir Hogwarts. Di antara pelajaran terbang, trio persahabatan yang tak terpisahkan, dan misteri seputar batu ajaib yang tersembunyi di kastel, salah satu waralaba film terbesar pun lahir.
  • Harry Potter (Serial HBO) - Musim 1 (2026) — HBO menceritakan kembali saga ini dari awal, dengan satu musim untuk setiap buku: musim pertama mengadaptasi "Batu Bertuah" dengan pemeran baru — Dominic McLaughlin sebagai Harry, Arabella Stanton sebagai Hermione, dan Alastair Stout sebagai Ron, dipilih dari sekitar 40.000 kandidat yang mengikuti audisi. John Lithgow berperan sebagai Dumbledore, Janet McTeer sebagai McGonagall, Paapa Essiedu sebagai Snape, dan Nick Frost sebagai Hagrid.
  • Harry Potter dan Kamar Rahasia (2002) — Harry kembali ke Hogwarts di tengah pesan-pesan menyeramkan yang tertulis di dinding dan murid-murid yang berubah menjadi batu akibat monster yang berkeliaran di sekolah. Ceritanya menjadi lebih gelap — dan lebih menyenangkan sekaligus menyeramkan — dengan hadirnya mobil terbang, laba-laba raksasa yang memicu fobia, dan petunjuk besar pertama tentang masa lalu Voldemort.
  • Harry Potter dan Tahanan Azkaban (2004) — Seorang buronan berbahaya dari Azkaban berkeliaran bebas dan tampaknya mengincar Harry, sementara Dementor kelam melayang-layang di atas Hogwarts, menyedot semua kebahagiaan di sekitarnya. Di bawah arahan Alfonso Cuarón, film ini mengambil arah visual dan nada yang lebih dewasa serta memperkenalkan Peta Perampok dan perjalanan waktu.
  • Harry Potter dan Piala Api (2005) — Turnamen Triwizard tiba di Hogwarts dengan naga, putri duyung, dan labirin yang berbahaya — dan, secara misterius, Harry akhirnya ikut berkompetisi meski usianya terlalu muda. Ini adalah film tentang masa remaja yang mengetuk pintu, sekaligus titik balik yang menentukan: Voldemort akhirnya kembali di akhir cerita.
  • Harry Potter dan Orde Phoenix (2007) — Dengan Kementerian Sihir yang menyangkal kembalinya Voldemort, Harry membentuk "Pasukan Dumbledore" untuk mengajarkan pertahanan kepada teman-temannya secara sembunyi-sembunyi dari Profesor Umbridge yang menakutkan. Ini adalah film paling politis dalam saga, tentang disinformasi dan perlawanan kolektif — dan juga yang terpendek, memadatkan buku terpanjang dalam seri ini.
  • Harry Potter dan Pangeran Berdarah Campuran (2009) — Di antara kenangan yang diselami melalui Pensieve dan pengungkapan tentang masa lalu kelam Voldemort, Harry dan Dumbledore berpacu dengan waktu untuk menemukan Horcrux. Pada saat yang sama, suasana romansa yang bersemi dan kecemburuan remaja mewarnai Hogwarts — hingga akhir yang mencengangkan mengubah segalanya untuk selamanya.
  • Harry Potter dan Relikui Kematian – Bagian 1 (2010) — Harry, Ron, dan Hermione meninggalkan keamanan Hogwarts dan memulai perjalanan berbahaya dan sepi melintasi Inggris, memburu Horcrux sementara Kementerian jatuh di bawah kendali Voldemort. Ini adalah film paling mentah dan melankolis dalam saga — tanpa kelas, tanpa pesta, hanya kelangsungan hidup, ketegangan, dan persahabatan yang diuji hingga batasnya.
  • Harry Potter dan Relikui Kematian – Bagian 2 (2011) — Konfrontasi final tiba: Hogwarts berubah menjadi medan perang dalam perang terakhir antara kebaikan dan kejahatan, dengan pengorbanan, pengungkapan mengharukan tentang Snape, dan takdir Voldemort yang akhirnya disegel selamanya. Ini adalah akhir yang epik dan mengharukan yang telah dinantikan satu generasi penuh.